|
S H O W T I M E
Dari Mana Datangnya Pengurus Baru?
Kalau ada diantara sejawat yang belum mengetahui bahwa telah terjadi pergantian pengurus baru Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia cabang Jawa Timur II periode 2007-2010 rasanya wajar.
Pengurus baru telah disahkan oleh Ketua PB PDHI Drh. Wiwik Bagja pada 28 April 2007 di kantor PDHI Jatim II yang baru yaitu di Jl Suropati 108 Batu. Jalan panjang menuju pergantian pengurus ini telah dimulai pada 6 Agustus 2006 saat diadakannya acara Vet Family Gathering di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan.

Drh. Deddy F Kurniawan dan Drh. Rainy Maya saat memberi sambutan setelah
mendapatkan suara terbanyak pada penjaringan bakal calon ketua PDHI
Jatim II 2007-2010 di Kebun Raya Purwodadi,
Pasuruan
Selain acara kumpul-kumpul juga dilakukan penjaringan dan pemilihan bakal calon ketua PDHI cabang Jatim II periode 2007-2010. Hadir sebanyak 88 dokter hewan anggota PDHI Jatim II.
Dari penjaringan suara, ada beberapa nama yang muncul sebagai bakal calon ketua. Lima besar nama tersebut adalah Drh. Rainy Maya mendapatkan 42 suara, Drh. Deddy F. Kurniawan 18 suara, Drh. Awang Teja Satria 3 suara, Drh. Pandu Tribakti 1 suara dan Drh. R. Wahyu Santoso 1 suara. Dua nama teratas yang mendapatkan suara terbanyak akan melaju ke babak selanjutnya untuk menentukan ketua umum. Drh. Rainy Maya dan Drh. Deddy F. Kurniawan akan dipilih untuk menjadi ketua PDHI cabang Jatim II di kesempatan yang berbeda.

Peserta sarasehan yang diselenggarakan 6 September 2006 di RM Inggil Malang
Lanjutan dari rangkaian pemilihan ketua PDHI Jatim II adalah dilakukannya sarasehan pada 12 September 2006 di RM Inggil, Malang. Acara ini juga untuk mendengar visi misi kandidat ketua. Acara ini dihadiri 17 orang anggota PDHI Jatim II berikut 2 kandidat ketua. Ada beberapa poin kesepakatan yang dihasilkan dari sarasehan ini yaitu:
- PDHI Jatim II harus memiliki kantor sekretariat, penertiban surat ijin praktek bagi dokter hewan
praktisi
-
Menggalang komunikasi dokter hewan dengan Dinas Peternakan
-
Advokasi bagi anggota PDHI Jatim II
-
Peningkatan keprofesian dokter hewan melalui continuing education, dan
- Meningkatkan pendidikan masyarakat tentang profesi dokter hewan
Poin-poin diatas adalah yang diharapkan mampu dicapai oleh kepengurusan PDHI Jatim II periode 2007-2010.
Pada 18 Februari 2007 dilakukan pembacaan laporan pertanggungjawaban ketua PDHI Jatim II 2003-2007 kepada pengurus dan anggota PDHI Jatim II. Acara dilangsungkan di Klinik Hewan Suropati, Jl Suropati 108 Batu. Satu poin yang di highlight adalah pindah tugas ketua PDHI dari Batu ke Bogor, Jawa Barat. Pada acara ini dihadiri 20 orang pengurus dan anggota PDHI Jatim II.
Gong dari rangkaian proses ini adalah pemilihan ketua PDHI Jatim II. Pemilihan ini dilangsungkan di Klinik Hewan Suropati, Batu.
Pemilihan ini menghadirkan dua orang kandidat yang mendapatkan suara terbanyak pada penjaringan bakal calon ketua PDHI di Kebun Raya Purwodadi 6 Agustus 2006 lalu yaitu Drh. Rainy Maya dan Drh. Deddy F. Kurniawan. Acara pemilihan ini dihadiri 10 orang dokter hewan.
Pada kesempatan ini dilakukan kesepakatan bahwa yang menjadi ketua PDHI Jatim II periode 2007-2010 adalah kandidat yang mendapatkan suara terbanyak pada proses penjaringan bakal calon ketua lalu. Dengan kesepakatan ini maka diputuskan Drh. Rainy Maya sebagai ketua PDHI Jatim II periode 2007-2010. Ketua PDHI selanjutnya diberi waktu untuk menyusun kabinetnya. Minggu, 25 Maret 2007 dilakukan rapat pembentukan pengurus PDHI Jatim II oleh ketua PDHI Jatim II. Ada 20 orang dokter hewan yang masuk dalam kepengurusan periode 2007-2010.
Pelantikan pengurus baru dilakukan oleh Ketua PB PDHI, Drh. Wiwik Bagja dalam rangkaian safari keliling Jawa Timur pada 28 April 2007. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan pengurus PDHI Jatim I. PDHI Jatim I dipimpin oleh Prof. Dr, Drh. Fedik A. Rantam dengan anggota pengurus yang sebagian besar adalah staff pengajar di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.
Setelah acara pelantikan pengurus PDHI baru baik Jatim I dan II diselenggarakan seminar mengenai peran dokter hewan dalam pola pemerintahan dan pengendalian penyakit di Indonesia yang sampai sekarang perannya masih termarjinalkan. Ketua PB PDHI dengan gayanya yang khas, berapi-api membeberkan fakta sejauh mana peran dokter hewan di Indonesia masih jauh dari harapan.
Kini saatnya bekerja bagi seluruh pengurus PDHI Jatim II untuk membawa organisasi dokter hewan ini menuju organisasi yang bermanfaat baik bagi anggotanya maupun bagi masyarakat luas, mampu membangun kewibawaan organisasi dan mampu menumbuhkan kebanggan bisa bergabung dalam organisasi yang berkualitas.
Ini tentu saja bukan perkara mudah. Sinergi semua sumber daya yang ada di dalam organisasi ini untuk bergerak ke arah yang sama akan membantu percepatan pencapaian tujuan organisasi secara umum. (her) |