Edisi IX
Juni 2007

VISI
- Tantangan Profesi dan Organisasi
- Manajemen Terbaru PDHI Jatim II

DENGAR
- Dokter Hewan, Profesi yang Tidak Dihargai di Negeri Ini

SHOWTIME
- Dari Mana Datangnya Pengurus Baru?

BRAIN DRAIN
- Kenapa Harus Klinik Hewan?

SHARE
- Alergi Hipersensitifitas
- Flu Burung: Siapa Disalahkan?

JEJARING
- E-Mail dari Seattle, USA

AGENDA
- Pelantikan Pengurus PDHI Jatim I & II
- PDHI Harus Sering Bcara dan Sowan

POJOK
- Kekuatan Niat


A G E N D A

Pelantikan Pengurus PDHI Cabang Jawa Timur I & II

Pada 28 April 2007, telah dilakukan pelantikan pengurus PDHI cabang Jawa Timur I dan II. Pelantikan berlangsung di Sekretariat PDHI Jatim II, Jl. Suropati 108 Batu, Jatim.
Ketua PDHI Jatim I, Prof. Dr. drh. Fedik Abdul Rantam bersama kabinet yang sebagian besar adalah staf pengajar FKH Unair menghadiri pelantikan tersebut. Ketua PDHI Jatim II, Drh. Rainy Maya beserta kabinetnya juga mengikuti prosesi pelantikan dengan serius.


Pelantikan pengurus baru PDHI cabang Jawa Timur I dan II

Sebelum melakukan prosesi pelantikan yang dilakukan oleh Ketua PB PDHI, Drh. Wiwik Bagja, diselenggarakan orasi yang membahas tentang PDHI, sebagai organisasi profesi dokter hewan dan organisasi-organisasi pendukungnya. Pada kesempatan ini beliau menekankan tentang fungsi, peran organisasi profesi, status legal formal organisasi, majelis kehormatan perhimpunan dan pendidikan profesi kedokteran hewan. Tak luput juga dibahas mengenai pencitraan perhimpunan ini.


Drh Rainy Maya menandatangani berita acara pelantikan dan serah terima
jabatan dari ketua PDHI Jatim II lama, drh Wahyu Santoso disaksikan ketua
PB PDHI dan ketua PDHI Jatim I Prof DR drh Fedik Abdul Rantam

Setelah acara pelantikan dan makan siang, acara dilanjutkan dengan seminar tentang peran dokter hewan (medik veteriner) dalam penanggulangan AI di Indonesia.

Seminar ini menyorot ironisnya kedudukan dokter hewan dalam tata pemerintahan Republik Indonesia sehingga menjadikan peran profesi dokter hewan seperti termarjinalkan. Dibahas dan diperbandingkan antara profesi medik pada kedokteran manusia dan profesi medik veteriner yang sangat berbeda perannya, yang pada akhirnya berdampak pada tidak maksimalnya kontribusi dokter hewan dalam ikut mengatasi masalah bangsa dan negara yang berhubungan dengan masalah veteriner.

Contoh kasus yang diangkat adalah kasus flu burung yang berlarut-larut sampai sekarang.Salah satu contoh ironis yang disampaikan adalah munculnya iklan layanan masyarakat di televisi yang menganjurkan masyarakat segera melaporkan kepada RT/RW bila menemukan terjadinya ternak unggas yang mati mendadak. Bukan kepada dokter hewan atau medis veteriner yang lain. (her)

 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by