|
Artikel
Utama

Peternakan
Rakyat Berbasis Pemanfaatan Limbah
Oleh: Drh. Diah Asri
Staff BPPT
Artikel
ini terbagi dalam dua bagian:
- Bagian 1
- Bagian 2
Latar Belakang
Prospek pengembangan peternakan rakyat sangat baik sekali,
karena kebutuhan daging sapi untuk Indonesia sudah meningkat
mengingat meningkatnya kesadaran masyarakat akan pemenuhan
gizi baik . Pernyataan ini dibuktikan oleh gambaran kebutuhan
daging sapi di Jakarta dan Jawa Barat yang belum dapat dipenuhi
oleh sapi-sapi yang didatangkan dari Jawa Timur, Jawa tengah
dan NTT (Data RPH Cakung).
Dari
segi ketersediaan ternak sapi, peternakan rakyat termasuk
program yang selalu dikembangkan oleh pemerintah daerah melalui
program-program pengembangan peternakan rakyat di Dinas-Dinas
peternakan, yang antara lain mempunyai program import anak
sapi dari Luar maupun pengadaan sapi di dalam negeri melalui
Inseminasi buatan (Dinas Peternakan dan BIB).
Daerah-daerah
di luar P. Jawa yang merupakan daerah transmigrasi seperti
antara lain Lampung, Jambi dll.merupakan daerah dimana sumberdaya
manusia yang berasal dari P. Jawa diharapkan akan mengembangkan
dan menularkan kebiasaan beternak sapi secara intensif dan
mengubah perilaku masyarakat setempat yang terbiasa memelihara
sapi secara ekstensif (dibiarkan di hutan).
Potensi
hijauan pucuk tebu di perkebunan tebu maupun potensi limbah
pucuk daun jagung dari perkebunan-perkebunan jagung, sangat
potensial sekali sebagai sumber hijauan untuk diawetkan dan
digunakan sebagai pakan hijauan awetan untuk musim kemarau.
Dari
hasil wawancara dengan Bp. Henry pemilik dari PT Blimbing
Manis , Toyomarto, Singosari, Malang, diketahui bahwa arel
perkebunan tebu yang dikelola pengangkutan tebunya oleh PT
BM ini adalah 160 ha. Masa panen dalam setahun berlangsung
selama 9 bulan dari bulan April s/d Desember. Dari setiap
ha diperoleh tebu sebanyak 600 kwintal atau 60 ton. Bila diasumsikan
pucuk daun tebu adalah sebesar 5% dari keseluruhan pohon tebu,
maka limbah hijauan pucuk tebu yang dihasilkan pada saat panen
adalah 3 ton per hectare. Jadi potensi limbah hijauan yang
dapat digunakan untuk pakan ternak adalah 160 x 3 ton = 480
ton.
Dari
segi potensi, bila seluruh perkebunan tebu menjadi bapak angkat
dalam pengembangan peternakan rakyat, khususnya dalam hal
penyediaan pakan hijauan, maka potensi pakan yang tersedia
sudah dapat mencukupi kebutuhan hijauan sepanjang tahun.
PENGEMBANGAN PETERNAKAN RAKYAT
Definisi
Peternakan Rakyat
Agar rakyat dapat merasakan keuntungan dalam memelihara ternak,
khususnya sapi potong, maka dalam disain pengembangan peternakan
rakyat ini dibuat sedemikian rupa agar setiap peternakan rakyat
harus memiliki minimal 10 ekor sapi umur bakalan ( 1 tahun
) dengan berat badan awal 300 kg dan harus dipelihara selama
maksimal 4 bulan , sehingga dalam setahun dapat memproduksi
dua kali usaha penggemukan sapi. Dengan masa istirahat kandang
yang cukup.
Metoda
pemeliharaan penggemukan ternak sapi potong dengan silase,
merupakan metoda pemeliharaan sapi potong secara intensif.
Sapi di kandang digemukkan dengan pakan yang sudah tersedia,
sehingga peternak hanya memikirkan pemeliharaan sapi saja
tanpa harus memikirkan mencari hijauan makanan ternak. Sehingga
tenaga pemelihara dapat lebih sedikit sedang cara pemeliharaan
akan lebih efisien dan produktif karena pertambahan berat
badan dapat lebih dipacu.
Tujuan
Dalam usaha pengembangan peternakan rakyat berbasis pemanfaatan
limbah ini, antara pengelola perkebunan tebu dan peternak
diharapkan dapat saling melengkapi dalam hal :
|
-
|
Menjadi
penyedia pakan hijauan untuk ternak sapi potong
|
|
-
|
Mengembangkan
peternakan rakyat dengan sistim kemitraan pengusaha
pakan dengan peternak rakyat
|
|
-
|
Membuka
lapangan kerja baik di Industri silase hijauan pucuk
tebu untuk pakan sapi potong maupun di Industri peternakan
rakyat.
|
UJI
COBA PADA 10 EKOR SAPI POTONG
| A. |
Disain
Perhitungan Kebutuhan Bahan Baku Hijauan Segar Pucuk
Tebu Untuk Produksi HMT Silase
Perhitungan
Kebutuhan Pakan
Kapasitas produksi HMT silase didisain untuk memenuhi
kebutuhan pakan hijauan 10 ekor sapi umur bakalan 1
tahun selama 4 bulan, dengan catatan : HMT silase
diberikan sebanyak 5% berat badan/ekor/hari ditambah
dengan pakan konsentrat berupa campuran dedak dan onggok
2 : 1 yang diberikan sebanyak 10% konsumsi HMT silase
agar dihasilkan
pertambahan bobot badan sapi rata-rata sebesar 1 kg
/ ekor /hari.
Kebutuhan
hijauan silase untuk sapi PO umur bakalan 1 tahun, yang
ditetapkan adalah 5 % berat badan. Jadi kebutuhan hijauan
untuk penggemukan selama 4 bulan per ekor, dengan pertambahan
berat badan 1 kg per ekor per hari adalah : (5% x 300
kg x 120 hari ) + (5% x 1 kg x 120 hari) = 1800 kg +
6 kg = 1806 kg atau sekitar 1,8 ton. Jadi kebutuhan
pakan hijauan dalam 4 bulan masa pemeliharaan adalah
: 10 ekor x 1,8 ton = 18 ton/peternak. Jadi untuk 1
kelompok selama 4 bulan dibutuhkan 180 ton. Dalam 1
tahun dengan 2 kali masa penggemukan kebutuhanya menjadi
360 ton. Bila melihat potensi limbah pucuk tebu adalah
480 ton pada saat panen, maka limbah pucuk tebu dari
perkebunan tebu yang dikelola oleh PT Blimbing Manis
ini hanya mencukupi untuk 2 kali masa pemeliharaan yaitu
360 ton silase limbah tebu. Untuk perkebunan yang kapasitas
kebunnya lebih besar, untuk menjadi bapak angkat peternak
tetap harus dengan maksimal cakupan 1 kelompok peternak
saja. Hal ini untuk tetap menjaga kelangsungan usaha
peternakan rakyat tersebut.
|
| B. |
Desain
/ Perkiraan Areal Perkebunan Tebu yang Harus Tersedia
Untuk Memenuhi Kebutuhan
Pucuk
Tebu
Menurut hasil kajian di Jawa Timur ( di Jombang dan
Tulungagung, dan cross hasil dengan wawancara praktisi
pengelola pengangkutan tebu PT Blimbing Manis), 1 Ha
areal tebu menghasilkan 3 ton pucuk tebu.
Kebutuhan
HMT silase pada tahap uji coba ini dengan 2 kali masa
pemeliharaan adalah 360 ton setahun. Kadar air hijauan
segar yang digunakan untuk memproduksi silase harus
sekitar 60%.
Pucuk
tebu yang siap dipanen gulanya, mempunyai kadar air
sebesar 50% ( Sory Siregar, 1989). Jadi untuk memproduksi
HMT Silase sebanyak 360 ton, dibutuhkan hijauan pucuk
tebu segar sebanyak 60% : 50% x 360 ton = 432 ton pucuk
tebu segar. Areal perkebunan tebu yang harus disediakan
adalah : 432 ton : 3 ton x 1 ha = 144 ha.
|
Lanjut
ke Bagian 2 >>
|