|
Klinik

Orangutan
Care Center and Quarantine
Oleh:
Drh. Popowati
Orangutan adalah satwa endemik di Kalimantan dan Sumatera,
yang termasuk dalam jenis kera besar (great ape) dan
merupakan satwa arboreal terbesar yang hidup secara semi-soliter.
Orangutan adalah pemakan buah-buahan (frugivorous),
daun, kulit pohon dan juga bunga, tetapi kadang-kadang mereka
juga makan serangga, misal: rayap dan semut. Orangutan betina
rata-rata mencapai dewasa kelamin pada umur 15 tahun dan beranak
tiap 8 tahun sekali, karena anak orangutan akan tinggal bersama
dan tergantung pada induknya sampai ia berumur 7-8 tahun.
Seekor induk orangutan tidak akan pernah memberikan bayinya
kepada siapapun sampai titik darah penghabisan, jadi untuk
mendapatkan satu ekor anak orangutan minimal harus membunuh
induknya lebih dahulu.
Berawal
dari proses rehabilitasi yang dilakukan oleh Prof. Dr.
Birute M. F. Galdikas di Taman Nasional Tanjung Puting
sejak tahun 1971, Orangutan Care Center and Quarantine
(OCCQ) atau Pusat Perawatan dan Karantina Orangutan
yang didirikan pada tahun 1997, merupakan salah satu wadah
yang bertujuan untuk menunjang proses rehabilitasi orangutan.
Bertempat di desa Pasir Panjang, Pangkalan Bun, Kalimantan
Tengah di tanah seluas ±75 ha dan berada di bawah naungan
Orangutan Foundation International (OFI) yang juga
diprakarsai oleh Prof. Dr. Birute M. F. Galdikas.
OCCQ
terdiri dari dua bangunan yang terpisah untuk perawatan orangutan
sehat dan karantina (orangutan sakit dan orangutan yang baru
datang). Fasilitas yang dimiliki antara lain: ruang operasi,
ruang obat, ruang rongent, laboratorium, ruang perawatan untuk
orangutan sakit, ruang nekropsi, kandang perawatan, kandang
pelatihan dan kandang karantina. Juga ada beberapa fasilitas
penunjang, antara lain: kantor, dapur, ruang makan untuk karyawan,
gudang buah, dan incinerator.
Proses
rehabilitasi orangutan yang dilakukan di OCCQ terdiri
dari tiga tahap yang saling berkaitan dan menjadi perhatian
utama bagi para dokter hewan, yaitu:
1.
Karantina orangutan yang baru datang
Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan kesehatan secara umum,
pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan feses, pemeriksaan
urine dan pemeriksaan tuberculosis, hingga orangutan tersebut
dinyatakan benar-benar sehat dan bebas penyakit sehingga dapat
mengikuti tahap selanjutnya.
2.
Pelatihan dan perawatan
Peningkatan kemampuan individu, daya tahan untuk hidup di
alam dan pemeliharaan kesehatan orangutan merupakan hal utama
dalam kegiatan ini. Pemeliharaan kesehatan orangutan dilakukan
dengan pemantauan kesehatan secara kontinyu, program pencegahan
penyakit dan perawatan untuk orangutan yang sakit, antara
lain: melakukan deworming dengan obat cacing berbeda tiap
3 bulan sekali, pemeriksaan darah lengkap rutin dilakukan
sekali dalam setahun dan pemeriksaan kesehatan secara umum
juga dilakukan rutin tiap 6 bulan sekali.
Kasus
penyakit pada orangutan bayi (=1 tahun) sebagian besar berupa
gangguan organ pernafasan (pneumonia, sinusitis dan bronchitis)
dan gangguan gastrointestinal (diare, gastritis, milk intolerance).
Pada orang utan anak dan remaja (1-8 tahun) kasus yang sering
terjadi adalah gangguan organ pernafasan, airsacculitis (infeksi
airsac atau kantong suara), malaria, penyakit kulit dan kasus-kasus
ortopedik.
Strongyloides, terutama Strongyloides stercoralis,
dan hookworm adalah jenis cacing yang paling banyak
ditemukan menginfestasi orangutan dan mempunyai tingkat kematian
yang cukup tinggi, sama halnya dengan infeksi Entamoeba
hystolitica.
3.
Pelepasliaran atau release, pengembalian orangutan
ke habitatnya
Sebelum dilepasliarkan di habitatnya yang baru, orangutan
kembali dikarantina untuk mengevaluasi sejarah penyakit dan
kasus lain yang pernah diderita dan dilakukan pemeriksaan
ulang terhadap penyakit tersebut sehingga dapat dipastikan
bahwa orangutan tersebut sudah benar-benar dalam kondisi sehat
dan bebas penyakit. Untuk saat ini, tempat release orangutan
dari OCCQ adalah Suaka Margasatwa Lamandau.
Dari
serangkaian proses ini, kita berharap akan bertambahnya jumlah
populasi orangutan di alam sehingga kita dapat mengurangi
laju kepunahan dari orangutan yang merupakan spesies langka
dan kebanggan kita semua. Semoga usaha yang kami lakukan dapat
bermanfaat bagi generasi yang akan datang.
|