|
Artikel
Pengendalian
Kasus Mycoplasma synovie pada Ayam
Oleh: Drh. Ova Indriana

Sistem
pemeliharaan ayam petelur dengan berbagai kelompok umur (multi
age system) menjadi faktor penyebab seringnnya mucul kasus
ini. Secara umum ada dua bentuk penyakit berdasarkan gejala
klinis yang menyertainya. Bentuk sinovitis dan bentuk pernapasan.
Pada kasus di lapangan sering ditemukan bentuk sinovitis.
Pada umumnya ayam petelur dipelihara dari umur 1 hari sampai
60 hari pada kandang postal secara berkelompok. Sehingga diperlukan
kejelian untuk mengetahui sesegerah mungkin jika ditemukan
gejala klinis yang cukup spesifik untuk meneguhkan diagnosa.
Penulis
mengamati bahwa kejadian penyakit ini secara berbeda terjadi
pada fram ayam petelur, akan tetapi dengan pola kejadian yang
hampir sama pada tiap-tiap fram. Diperlukan pencatatan yang
teliti untuk mengantisipasi kejadian untuk periode mendatang.
Seperti kasus yang penulis amati, kasus pertama muncul pada
saat ayam berumur 69 hari.
Gejala
klinis yang paling mudah diamati adalah terjadinya kepincangan,
yang disebabkan oleh terjadinya lesi pada membran sinovial
dari persendian dan pembungkus tendo, dengan muda apabila
kita raba maka telapak kaki ayam akan membengkak dan bila
dibuka akan berisi eksudat. Mula-mula pada hari pertama kita
akan temukan 1 sampai 5 ekor ayam dengan kondisi pincang dan
pada hari berikutnya kasus yang lebih banyak. Amati bagian
dalam sayap maka akan ditemukan pula pembengkan.
Secara
umum ayam menjadi lumpuh atau malas berjalan, dehidrasi dan
lemah. Terjadi diare dan faeces berwarna hijau dan bercampur
asam urat berwarna putih. Pertumbuhan ayam akan terganggu
disertai bulu yang berdiri.
PENGENDALIAN
DAN PENGOBATAN
Sesegera mungkin isolasi ayam yang menunjukkan gejala klinis
seperti tersebut di atas. Berikut beberapa antibiotika yang
dapat menjadi pilihan : Doxlcicline, Erytromycin, Spyramycin
dan Tylosin. Menggunakan dosis maksimal yang dianjurkan selama
5 sampai 7 hari. Pengobatan dengan dosis yang tepat akan diikuti
dengan fase kesembuhan akan tetapi sinovitis akan tetap berlangsung
sehingga ayam akan semakin kurus dan terganggu pertumbuhannya.
Penting juga untuk terus menjaga hygiene kandang dengan rutin
melakukan semprot dengan desinfektan. Pada kasus yang berat
penulis melakukan culling sekitar 3% dari total populasi.
PERENCANAAN
UNTUK PERIODE SELANJUTNYA
Setelah ayam dipindahkan dari kandang postal ke kandang batereo,
maka saatnya untuk mempersiapkan periode selanjutnya. Periode
istirahat/kosong kandang minimal 1 bulan. Desinfeksi yang
benar sangat dianjurkan untuk menghindari terulangnya kasus
yang sama. Pencatatan kejadian kasus penyakit periode sebelumnya
sangat diperlukan. Seperti kasus yang penulis amati terjadi
pada hari ke 69, maka pada H-7 yaitu hari ke 62 mulai diberikan
antibiotika lewat pakan. Pengamatan yang teliti harus terus
dilakukan menginggat kasus yang sama biasanya muncul pada
umur yang sama. Desinfeksi dan sanitasi lingkungan tetap harus
dilakukan. Pencatatan riwayat penyakit yang lengkap akan sangat
membantu dalam peneguhan diagnosa dan penanggulangan kasus
ini menginggat pencegahan dengan cara vaksinasi belum memberikan
hasil yang memuaskan.
|