|
Love
Your Job
Oleh: Drh. Ova Indriana

Hari
itu saya bertemu dengan kawan lama dan hanyut dalam pembicaraan
ringan. Biasa, kalo sudah lama tidak ketemu apapun menjadi
menarik. Seperti itulah kami pada awal pembicaraan sampai
pada pertanyaan,"sekarang bekerja dimana...?" saya
pikir ini pertanyaan wajar karena saya ingin mendengar cerita
tentang sahabat ini. Namun sungguh jawaban mengejutkan yang
saya terima ketika sahabat tadi menjawab, "ada deh..."
kemudian buru-buru mengalihkan topik pembicaraan. S uatu hal
yang aneh menurut saya, sahabat tadi merahasiakan pekerjaannya.
Saya yakin dia bukan seorang kriminal penyelundup satwa langka
atau bandar narkoba. Jadi apa kira-kira alasannya merahasiakan
pekerjaannya...? Alasan paling masuk akal mengapa kita kadang
sulit untuk jujur adalah karena malu, malu karena pekerjaan
sekarang ini bukanlah pekerjaan yang kita impikan sebelumnya.
Kalau ada waktu cobalah kita survey kecil-kecilan, berapa
persen dari kita yang akhirnya dapat meraih pekerjaan impian
kita. Saya yakin hasilnya tidak terlalu menggembirakan. So,
you`re not alone...
Mendapat
pekerjaan itu sendiri sebenarnya adalah suatu perjuangan yang
sangat panjang. Prosedur berbelit-kecuali jalur KKN masih
berlaku-harus kita lalui, sampai kemudian kita lolos seleksi
dan mulailah rutinintas yang awalnya sangat indah karena serba
baru dan penuh tantangan. Suatu saat kita sampai pada periode
dimana kita menemukan "ketidaknyamanan", mulai dari gaji yang
"tidak layak", rekan kerja yang tidak bisa diajak bekerjasama,
atasan yang terlalu "bossy", kebijakan perusahaan yang tidak
menguntungkan kita dan banyak hal lain yang menjadi legalitas
atas perasaan malu, bosan, sebal, dan tidak mencintai pekerjaan.
Ya...bosan adalah manusiawi dan ada cara untuk mengatasinya.
Cobalah berbicara pada manajemen perusahaan, kita butuh cuti.
Liburan dan melakukan hal-hal yag disenangi akan mengembalikan
vitalitas dan semangat bekerja kembali. Tentunya dengan kesadaran
bahwa kalau kita mau teru-terusan liburan tanpa bekerja tentunya
akan mustahil kecuali kita isi liburan dengan mengikuti kuis
Who Wants to be a Millionare dan jangan menang yang
satu juta doang...
Jika
cara diatas masih belum membuahkan hasil, berarti ada yang
salah dengan diri kita. Mari kita pikirkan dengan jernih mana
yang lebih menghasilkan : impian sempurna atau hal kecil di
depan mata. Artinya begini, sah-sah saja kita merencanakan
hal besar yang luar biasa, tapi bagaimana dengan kenyataan
yang ada di depan mata kita? Mengapa tidak kita lakukan sebaik-baiknya
pekerjaan yang kita miliki saat ini, sesemangat mungkin. Pada
nantinya, ini akan menjadi keahlian kita yang kemudian akan
menjadi prestasi. Kita akan buktikan kehebatan kita pada bidang
pekerjaan yang tidak sesuai di hati ini sehingga kita menjadi
seseorang yang profesional dan bisa diandalkan.
Mencintai
pekerjaan saat ini, tidak peduli sesuai dengan impian adalah
mutlak. Karena itu akan menjadi modal kita untuk terus mengeksplorasi
bakat dan kemampuan kita. Jangan mau karir kita menjadi macet
gara-gara kinerja yang buruk ditambah motivasi yang loyo.
Hal yang kadang dilupakan adalah malas mencari ilmu kalau
sudah sibuk bekerja. Ilmu bisa kita dapatkan dengan mudah,
baca National Geographic edisi bahasa Indonesia, ikuti
continuing education, percayalah... nothing to loose.
Ayo mulai sekarang jangan ada jawaban "ada deh" lagi.
Kita mulai tanamkan paradigma baru mencintai pekerjaan sendiri
dengan sepenuh hati...suatu hari nanti pekerjaan impian akan
menjadi kenyataan.
Biodata
Penulis
Nama Ova
Indriana
TTL Malang,
18 Februari 1975
Alamat Griya Kalimas
Indah C 2, Blitar
Pekerjaan Dokter Hewan peternakan ayam layer komersil
Suami Sandy Juwan
Wardhana
Alumni UNAIR, lulus tahun
1999
|