Edisi 007
Januari 2006

Artikel Utama
Wabah Flu Burung di Indonesia

Kiwi Cross

Virgin Coconut Oil

Mycoplasma synovie

Profil
Drh. Iman Setyowati Koesrinaldiati

Drh. Nemu Hermawan


Serbet (seputar berita terkini)
PPUN dan Asia Livestock 2005


Opini
Isu CLQ apanya Virus AI?

Konsultasi
Myasis pada Anjing

Bogel Lahirkan Anak ke Dua

Kolom PIDHI
Dana Sosial KDHI


Seri Continuing Education
Toxoplasmosis

Dari anda
Love Your Job

Love Your Job
Oleh: Drh. Ova Indriana

Hari itu saya bertemu dengan kawan lama dan hanyut dalam pembicaraan ringan. Biasa, kalo sudah lama tidak ketemu apapun menjadi menarik. Seperti itulah kami pada awal pembicaraan sampai pada pertanyaan,"sekarang bekerja dimana...?" saya pikir ini pertanyaan wajar karena saya ingin mendengar cerita tentang sahabat ini. Namun sungguh jawaban mengejutkan yang saya terima ketika sahabat tadi menjawab, "ada deh..." kemudian buru-buru mengalihkan topik pembicaraan. S uatu hal yang aneh menurut saya, sahabat tadi merahasiakan pekerjaannya. Saya yakin dia bukan seorang kriminal penyelundup satwa langka atau bandar narkoba. Jadi apa kira-kira alasannya merahasiakan pekerjaannya...? Alasan paling masuk akal mengapa kita kadang sulit untuk jujur adalah karena malu, malu karena pekerjaan sekarang ini bukanlah pekerjaan yang kita impikan sebelumnya. Kalau ada waktu cobalah kita survey kecil-kecilan, berapa persen dari kita yang akhirnya dapat meraih pekerjaan impian kita. Saya yakin hasilnya tidak terlalu menggembirakan. So, you`re not alone...

Mendapat pekerjaan itu sendiri sebenarnya adalah suatu perjuangan yang sangat panjang. Prosedur berbelit-kecuali jalur KKN masih berlaku-harus kita lalui, sampai kemudian kita lolos seleksi dan mulailah rutinintas yang awalnya sangat indah karena serba baru dan penuh tantangan. Suatu saat kita sampai pada periode dimana kita menemukan "ketidaknyamanan", mulai dari gaji yang "tidak layak", rekan kerja yang tidak bisa diajak bekerjasama, atasan yang terlalu "bossy", kebijakan perusahaan yang tidak menguntungkan kita dan banyak hal lain yang menjadi legalitas atas perasaan malu, bosan, sebal, dan tidak mencintai pekerjaan. Ya...bosan adalah manusiawi dan ada cara untuk mengatasinya. Cobalah berbicara pada manajemen perusahaan, kita butuh cuti. Liburan dan melakukan hal-hal yag disenangi akan mengembalikan vitalitas dan semangat bekerja kembali. Tentunya dengan kesadaran bahwa kalau kita mau teru-terusan liburan tanpa bekerja tentunya akan mustahil kecuali kita isi liburan dengan mengikuti kuis Who Wants to be a Millionare dan jangan menang yang satu juta doang...

Jika cara diatas masih belum membuahkan hasil, berarti ada yang salah dengan diri kita. Mari kita pikirkan dengan jernih mana yang lebih menghasilkan : impian sempurna atau hal kecil di depan mata. Artinya begini, sah-sah saja kita merencanakan hal besar yang luar biasa, tapi bagaimana dengan kenyataan yang ada di depan mata kita? Mengapa tidak kita lakukan sebaik-baiknya pekerjaan yang kita miliki saat ini, sesemangat mungkin. Pada nantinya, ini akan menjadi keahlian kita yang kemudian akan menjadi prestasi. Kita akan buktikan kehebatan kita pada bidang pekerjaan yang tidak sesuai di hati ini sehingga kita menjadi seseorang yang profesional dan bisa diandalkan.

Mencintai pekerjaan saat ini, tidak peduli sesuai dengan impian adalah mutlak. Karena itu akan menjadi modal kita untuk terus mengeksplorasi bakat dan kemampuan kita. Jangan mau karir kita menjadi macet gara-gara kinerja yang buruk ditambah motivasi yang loyo. Hal yang kadang dilupakan adalah malas mencari ilmu kalau sudah sibuk bekerja. Ilmu bisa kita dapatkan dengan mudah, baca National Geographic edisi bahasa Indonesia, ikuti continuing education, percayalah... nothing to loose. Ayo mulai sekarang jangan ada jawaban "ada deh" lagi. Kita mulai tanamkan paradigma baru mencintai pekerjaan sendiri dengan sepenuh hati...suatu hari nanti pekerjaan impian akan menjadi kenyataan.

 

Biodata Penulis
Nama        Ova Indriana
TTL           Malang, 18 Februari 1975
Alamat      Griya Kalimas Indah C 2, Blitar
Pekerjaan Dokter Hewan peternakan ayam layer komersil
Suami       Sandy Juwan Wardhana
Alumni      UNAIR, lulus tahun 1999

 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by