Edisi 003

Artikel Utama
Dokter Hewan yang Bisnisman atau Bisnisman yang Dokter Hewan?

Profil
Drh. H. Triwiyono

Sains
Sekilas Tentang Animal Welfare

Jangan Memelihara atau Memperdagangkan Satwa Dilindungi

Dari Anda
Secerdas apakah kita sebenarnya?

Profil

Drh. H. Triwiyono
Dokter Hewan Pengusaha


Drh. H. Triwiyono

Ketika beberapa reporter koran PDHI datang ke peternakan sapi perahnya, boleh jadi orang tidak akan menyangka bahwa beliau adalah seorang pengusaha sukses, yang biasanya selalu berpakaian rapi, berdasi dan hanya dapat memerintah anak buah. Sebaliknya "boss" yang bertubuh tinggi tegap ini kelihatan sangat sederhana, menggunakan celana pendek dan T shirt, hampir tak berbeda dengan petugas-petugas kandangnya. Delapan orang tukang kandang sibuk memberikan pakan pada + 140 ekor sapi yang ada di kandang tersebut, sedangkan sang bos mengawasi dengan cermat tiap ekor sapinya yang sedang diberi pakan.

Farm yang kami kunjungi merupakan salah satu dari tiga farm miliknya, yang masing-masing terpisah lokasinya. Mula-mula kami diajak berkeliling farm tersebut dan beliau menjelaskan segala seluk-beluk tentang sapi perah peliharaannya. Terlihat sekali bahwa beliau sangat hafal dengan semua sapinya. Juga dijelaskan apa dan berapa jumlah pakan yang diberikan, penyakit, cara pencegahan dan penanggulangannya. Setelah puas mengelilingi farm maka kami diajak untuk duduk di ruang tamu salah satu rumahnya yang berlokasi di farm tersebut. "Ini sebenarnya tempat menginap orang-orang kandang," katanya tentang rumah yang cukup mewah tersebut. (Rumah tempat tinggalnya jauh lebih besar dan lebih mewah, terletak kira-kira lima ratus meter dari rumah pertama).

"Seorang pemimpin harus mau terjun kebawah, merasakan secara langsung apa yang dikerjakan oleh bawahannya" begitu kilah warga Bendosari, kecamatan Sanan Kulon kabupaten Blitar ini memulai pembicaraan. Semula, tahun 1983, sapi yang dimilikinya hanya 2 ekor, saat ini jumlahnya telah mencapai + 250 ekor tersebar di tiga lokasi farm yang berbeda. Tentunya ini bukan suatu jumlah yang sedikit. Ditanya tentang kunci suksesnya beternak sapi perah,"Kerja keras dan tekuni profesi dengan baik, rejeki sudah ada yang mengatur!" begitu katanya singkat.

Perlu diketahui bahwa selain sebagai pengusaha sapi perah beliau juga adalah ketua Koperasi Serba Usaha Jaya Abadi (KSU Jaya Abadi), Blitar. Saat ini produksi susu yang dihasilkan oleh KSU yang dipimpinnya mencapai 40 ton/hari dan dipasarkan ke Industri Pengolahan Susu (IPS) di Jawa Timur dan Jakarta. Beberapa koperasi susu di Jawa Timur agak khawatir dengan perkembangan KSU Jaya Abadi,sebab koperasi ini terus mengembangkan sayap membeli susu dari daerah sekitarnya dengan harga yang menarik sehingga banyak peternak yang berpindah menjadi anggota KSU Jaya Abadi.

Tentang kiat sukses pengelolaan koperasinya, beliau mengatakan bahwa koperasinya dikelola sesuai dengan manajemen PT (Perseroan Terbatas) dimana koperasi hanya bertugas membeli susu para peternak tanpa melakukan pemotongan apapun misalnya untuk simpanan wajib, sukarela dsb, sebagai layaknya sebuah koperasi karena potongan-potongan tersebut pada akhirnya tidak semua dikembalikan kepada peternak, sehingga peternak jelas dirugikan Di KSU Jaya Abadi hubungan peternak dan koperasi lebih banyak sebagai hubungan antara plasma dengan perusahaan inti. Namun harga susu yang diperoleh peternak ditentukan bersama sehingga peternak menerima harga susu yang wajar. Kewajaran ini diharapkan bisa merangsang peternak untuk memelihara sapinya dengan lebih baik sehingga produksi susunya akan meningkat. Masih menurut Pak Tri, begitu sang bos akrab dipanggil, selama ini banyak koperasi susu tidak dikelola secara profesional. Harga susu ditetapkan oleh KUD tanpa melibatkan anggota dalam menentukan harga. Sehingga hal ini selalu menimbulkan konflik internal di dalam koperasi tersebut karena peternak merasa tidak puas.

Selain usaha susu, KSU Jaya Abadi juga memiliki pabrik pakan ternak yang memproduksi + 600 ton konsentrat/bulan. Koperasi juga mendiversifikasikan usahanya di bidang penjualan Cooling Unit Susu, pembibitan sapi perah dan penjualan obat hewan. Bibit sapi yang dihasilkan telah dipasarkan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, serta keluar pulau Jawa bahkan saat ini Balai Pembibitan Sapi Perah di Baturaden (Jawa Tengah) memesan bibit sapi dari beliau karena kualitas bibit sapinya memang lebih baik. Selain itu ia memiliki dua buah kapal pengangkut batubara yang dioperasikan di pulau Kalimantan.

Ketika ditanya soal keuntungan bisnis susunya, Pak Tri hanya tersenyumsambil mengatakan, "Omzet koperasi ini dari penjualan susu saja kurang lebih hanya sebesar 2 milyar per bulan" katanya merendah. Pembaca dapat menghitung sendiri pendapatan Pak Tri selama sebulan atau setahun, hanya dari bisnis susu.

Selanjutnya kami diajak mengunjugi pabrik pakan ternak yang terletak di lokasi lain. Terlihat sekali bahwa dokter hewan yang sejak kecil senang dengan hewan ini (menurutnya waktu kecil beliau sering tidur bersama ayam peliharaannya!) sangat menguasai teknis penyusunan formula konsentrat yang diproduksinya. Di luar kepala beliau hafal sekali tentang susunan konsentrat, kualitas bahan baku berikut harganya.

Ditanya pendapatnya tentang PDHI dan profesi dokter hewan, beliau menyarankan agar PDHI dikelola secara profesional sebagai satu badan usaha yang bergerak dibidang bisnis, misalnya bisnis jasa keuangan, pakan ternak, bisnis produk perternakan atau jenis bisnis lainnya. Karena hanya dengan itulah PDHI bisa eksis dan mandiri. Sedangkan tentang profesi, menurut pak Tri, setiap dokter hewan memiliki potensi didalam dirinya sendiri. Namun profesi tersebut tidak akan muncul bila tidak ada motivasi. Diharapkan PDHI dapat menjadi ajang tempat berkumpul untuk mengembangkan potensi dan motivasi tersebut.

Pria alumnus Universitas Airlangga tahun 1987 ini beristrikan Drh. Heni Agustiningsih yang juga lulusan Unair tahun 1990. Keluarga yang berbahagia ini dikaruniai 3 orang putra-putri yaitu Muhamad Satrio Wibowo (15 Th), Chorry Pujiastuti (13 Th), dan Isa Ahmad Raharjo (10 Th). Drh. Heni sangat berperan dalam pengembangan sistem manajemen koperasi, bisnis obat-obatan dan usaha konsentrat sapi perah. Beliau adalah putri dari Bpk. H. Subagiyo yang pada masanya adalah Ketua KUD Setia Kawan Nongkojajar dan Pengurus GKSI Korda Jawa Timur yang berdedikasi tinggi terhadap perkembangan persusuan di Jawa Timur khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Selamat dan selalu sukses untuk Drh Triwiyono dan Drh Heni. (May)

 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by