Edisi 003

Artikel Utama
Dokter Hewan yang Bisnisman atau Bisnisman yang Dokter Hewan?

Profil
Drh. H. Triwiyono

Sains
Sekilas Tentang Animal Welfare

Jangan Memelihara atau Memperdagangkan Satwa Dilindungi

Dari Anda
Secerdas apakah kita sebenarnya?

Artikel Utama


Dokter Hewan yang Bisnisman atau Bisnisman yang Dokter Hewan?

Artikel ini adalah pengantar pada pembahasan yang lebih tuntas pada edisi yang akan datang. Kami berharap dapat memperkaya khazanah pemikiran kita untuk menjadi lebih baik dan lebih baik.

Beberapa minggu yang lalu, saya bertemu dengan seorang teman lama yang saya ingat betul dulu dia hanya seorang yang pendiam, tidak banyak beraktifitas dan apa adanya. Setiap harinya dia hanya berjalan kaki dari dan kemanapun. Tapi saat saya ketemu terakhir itu, saya sangat kaget…sekarang dia adalah seorang yang penuh dengan kecukupan, mobil mentereng, pakaian mengkilat dan selalu rapi, kemana-mana tidak pernah handphone-nya berhenti berdering dan kadang-kadang dia tersenyum sendiri kadang pula telihat serius. Beberapa saat kemudian saya bertanya, "apa aktifitas dia sekarang…?" Kemudian dia menjawab, "Saya cuma berdagang…"

Sesering apakah kita menemui fenomena seperti diatas…? Anda dan saya adalah sama, kita adalah dokter hewan dan teman saya itupun adalah dokter hewan. Namun ada banyak hal yang membedakan antara saya, anda dan teman saya tadi, apa itu…? Setelah saya berpikir, saya menemukan sebuah jawaban sederhana. Ya…dia berani mengambil keputusan untuk tidak hanya menjalankan profesinya sebagai seorang dokter hewan sebagai profesi "medis an sich" pemahaman dia mengatakan bahwa hidup perlu diisi dengan banyak hal. Saat ini teman saya itu adalah seorang yang bergerak di bidang agribisnis, selain tetap menjalankan profesinya sebagai dokter hewan. Nah, barangkali ini perlu menjadi pemikiran kita karena kita adalah manusia dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Setiap kita memiliki insting dan bakat yang mungkin berbeda. Keimuan kita bukanlah sesuatu yang hanya untuk kita, keilmuan kita adalah aset masyarakat dan itu perlu dimanfaatkan pada hal-hal yang kongkret.

Judul diatas barangkali sedikit kontroversial karena bisa jadi kita akan memiliki tanggapan yang sangat berbeda. Namun perlu disadari bahwa menjadi dokter hewan adalah pilihan dan menjadi binisman juga merupakan pilihan. Setiap pilihan memiliki resiko, setiap pilihan memiliki konsekuensi. Dokter hewan adalah profesi mulia dan bisnisman adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh banyak orang. Keduanya dapat menjadi bermanfaat dan dapat pula menjadi melapetaka.

Dokter hewan dapat dengan mudah menjadi bisnisman, namun tidak semua bisnisman dapat berubah menjadi dokter hewan, nah, maka seorang dokter hewan memiliki kesempatan lebih baik untuk meraih dua hal tersebut secara bersamaan. Beberapa doter hewan telah mengambil pilihan untuk sekaligus menjadi bisnisman tanpa meninggalkan profesi medisnya, namun banyak pula para dokter hewan yang beralih menjadi pelaku bisnis dengan "tanpa merasa bersalah" meninggalkan profesi dan investasi medisnya. Nah, mana yang benar…? Kita tidak bisa memvonis begitu saja. Perlu banyak pertimbangan untuk menilainya dan edisi mendatang akan membahas tuntas topik ini.

 
Copyright © PDHI Cabang Jawa Timur II | Site by