|
Artikel
Utama

Dokter
Hewan yang Bisnisman atau Bisnisman yang Dokter Hewan?
Artikel
ini adalah pengantar pada pembahasan yang lebih tuntas pada
edisi yang akan datang. Kami berharap dapat memperkaya khazanah
pemikiran kita untuk menjadi lebih baik dan lebih baik.
Beberapa
minggu yang lalu, saya bertemu dengan seorang teman lama yang
saya ingat betul dulu dia hanya seorang yang pendiam, tidak
banyak beraktifitas dan apa adanya. Setiap harinya dia hanya
berjalan kaki dari dan kemanapun. Tapi saat saya ketemu terakhir
itu, saya sangat kaget…sekarang dia adalah seorang yang penuh
dengan kecukupan, mobil mentereng, pakaian mengkilat dan selalu
rapi, kemana-mana tidak pernah handphone-nya berhenti berdering
dan kadang-kadang dia tersenyum sendiri kadang pula telihat
serius. Beberapa saat kemudian saya bertanya, "apa aktifitas
dia sekarang…?" Kemudian dia menjawab, "Saya cuma berdagang…"
Sesering
apakah kita menemui fenomena seperti diatas…? Anda dan saya
adalah sama, kita adalah dokter hewan dan teman saya itupun
adalah dokter hewan. Namun ada banyak hal yang membedakan
antara saya, anda dan teman saya tadi, apa itu…? Setelah saya
berpikir, saya menemukan sebuah jawaban sederhana. Ya…dia
berani mengambil keputusan untuk tidak hanya menjalankan profesinya
sebagai seorang dokter hewan sebagai profesi "medis an sich"
pemahaman dia mengatakan bahwa hidup perlu diisi dengan banyak
hal. Saat ini teman saya itu adalah seorang yang bergerak
di bidang agribisnis, selain tetap menjalankan profesinya
sebagai dokter hewan. Nah, barangkali ini perlu menjadi pemikiran
kita karena kita adalah manusia dengan segala kelebihan dan
kekurangan kita. Setiap kita memiliki insting dan bakat yang
mungkin berbeda. Keimuan kita bukanlah sesuatu yang hanya
untuk kita, keilmuan kita adalah aset masyarakat dan itu perlu
dimanfaatkan pada hal-hal yang kongkret.
Judul
diatas barangkali sedikit kontroversial karena bisa jadi kita
akan memiliki tanggapan yang sangat berbeda. Namun perlu disadari
bahwa menjadi dokter hewan adalah pilihan dan menjadi binisman
juga merupakan pilihan. Setiap pilihan memiliki resiko, setiap
pilihan memiliki konsekuensi. Dokter hewan adalah profesi
mulia dan bisnisman adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh
banyak orang. Keduanya dapat menjadi bermanfaat dan dapat
pula menjadi melapetaka.
Dokter
hewan dapat dengan mudah menjadi bisnisman, namun tidak semua
bisnisman dapat berubah menjadi dokter hewan, nah, maka seorang
dokter hewan memiliki kesempatan lebih baik untuk meraih dua
hal tersebut secara bersamaan. Beberapa doter hewan telah
mengambil pilihan untuk sekaligus menjadi bisnisman tanpa
meninggalkan profesi medisnya, namun banyak pula para dokter
hewan yang beralih menjadi pelaku bisnis dengan "tanpa merasa
bersalah" meninggalkan profesi dan investasi medisnya. Nah,
mana yang benar…? Kita tidak bisa memvonis begitu saja. Perlu
banyak pertimbangan untuk menilainya dan edisi mendatang akan
membahas tuntas topik ini.
|